Cara Diet Ibu Hamil 8 Bulan

Saat hamil, wanita berpotensi mengalami obesitas gestasional. Jika kondisi obesitas ini tidak segera ditangani, risiko bayi lahir dalam keadaan cidera seperti patah tulang, gangguan pernapasan, maupun kelumpuhan saraf otak akan meningkat. Oleh karena itu, ibu hamil harus waspada sambil terus mengatur pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Untuk mengatasi hal ini, ibu hamil dapat melakukan cara diet ibu hamil 8 bulan berikut ini.

  1. Mengatur pola makan

Bagi ibu hamil, mengatur pola makan merupakan cara yang paling aman untuk berdiet. Dengan cara ini, ibu hamil dapat menurunkan badan tanpa mengabaikan asupan nutrisi yang harus dikonsumsi untuk kebutuhan janin.

Saat diet, ibu hamil disarankan untuk menghindari jenis-jenis makanan yang dapat meningkatkan berat badan, seperti fastfood, makanan tinggi lemak, es krim, makanan kaya karbohidrat minim protein dan nutrisi, makanan dari bahan susu, serta produk susu kehamilan tinggi gula.

Selain itu, ibu hamil juga harus mengatur frekuensi makannya menjadi tiga kali sehari untuk makanan berat dan beberapa kali untuk makanan pendamping atau makanan ringan. Jadwal makan ini harus tetap dan teratur, tidak boleh berubah-ubah.

Ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein agar rasa kenyang dapat diperoleh lebih cepat. Dengan cara diet ibu hamil 8 bulan ini, makanan yang dikonsumsi akan lebih terkontrol dan tidak berlebihan.

Ibu hamil wajib mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral dan antioksidan. Sayuran dan buah-buahan yang dapat dikonsumsi di antaranya bayam, paprika, buncis, asparagus, wortel, tomat, brokoli, anggur, jeruk, alpukat, dan lain-lain. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.

  1. Rutin berolahraga

Ibu hamil tetap disarankan untuk berolahraga secara rutin. Namun, aktivitas olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak terlalu berat atau melelahkan, contohnya adalah senam hamil dengan gerakan khusus untuk membantu proses persalinan.

Dengan melakukan senam hamil secara rutin, proses persalinan ibu hamil akan lebih mudah sehingga dapat dilakukan secara normal atau tanpa operasi.