Bingung mengobati penyakit yang tidak kunjung sembuh? Jangan khawatir, cobalah menggunakan propolis sebagai solusi yang paling tepat. Berasal dari getah alami yang dihasilkan oleh lebah madu tatkala membuat sarang, propolis memang memiliki kemampuan mengobati segala jenis penyakit. Agar tidak salah, berikut cara mengkonsumsi propolis yang benar.

Cara Pemakaian Propolis

Sebagaimana yang telah diketahui, jika propolis merupakan produk suplemen komersial yang berasal dari getah alami lebah madu. Dimana getah tersebut berasal dari berbagai macam pohon yang nantinya digunakan sebagai zat lengket guna membangun sarang mereka. Dalam satu propolis anda akan menjumpai beragam senyawa yang berperan penting untuk kesehatan manusia.

Dalam sebuah studi menjelaskan jika propolis mentah terbuat dari 30 persen lilin lebah, 10 persen minyak atsiri, 50 persen resin, 5 persen serbuk sari, dan 5 persen lainnya merupakan berbagai senyawa organik. Telah dipercaya hingga ratusan tahun lamanya, propolis memiliki tekstur yang cukup keras namun ketika dipanaskan akan melembek bahkan lengket.

Karena telah tersebar hampir ke seluruh negara di dunia, propolis memiliki warna yang beragam mulai dari kuning, merah, hingga coklat tua. Adanya keberagaman warna ini disebabkan oleh habitat di setiap negaranya. Sejak dahulu, propolis telah dipercaya mampu mengobati penyakit seperti penyakit abses dan infeksi akibat luka ataupun tumor.

Kini, propolis telah dikembangkan menjadi salah satu obat tradisional yang tersohor. Tak hanya ampuh obati dua penyakit itu saja, dengan cara mengkonsumsi propolis yang benar pula bisa digunakan sebagai menyembuhkan segala penyakit. Hal ini tidak lain karena adanya senyawa yang bernama polifenol. Dimana senyawa tersebut bertugas sebagai antioksidan guna melawan penyakit.

Di Indonesia, propolis terkenal digunakan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Mulai dari TBC, ISPA, HIV, H1N1 “flu babi”, flu biasa, dan herpes genital yang disebabkan infeksi virus. Hebatnya lagi, propolis juga biasanya digunakan guna membantu pengobatan vaginitis serta kanker hidung dan tenggorokan.

Agar khasiatnya bisa bekerja dengan baik, maka anda harus bisa memakainya dengan benar pula. Sejatinya, propolis memiliki berbagai macam yang bisa anda temui di pasaran, mulai dari obat tetes, obat oles, atau yang lainnya. Misalnya saja untuk tipe propolis yang oles, yang bisa digunakan untuk mengoleskan berbagai luka akibat bakteri ataupun pembengkakan.

Sementara untuk propolis tetes, cara pemakaiannya yakni diteteskan pada ¼ air putih lalu aduk hingga merata. Lazimnya, orang orang mengkonsumsi propolis mencampurkannya dengan madu. Hal ini bertujuan karena mampu memberikan khasiat yang lebih baik dan bagus lagi. Usahakan anda menggunakan gelas dari beling, jangan gunakan gelas plastik atau berbahan metal.

Pasalnya, propolis memiliki sifat panas yang mana bila terkena plastik ditakutkan terdapat zat melanin dalam plastik tercampur ke dalam propolis. Tak hanya itu saja, hindari pula menggunakan sendok besi atau plastik guna melarutkan propolis. Tatkala melarutkannya usahakan dalam air bening bersih yang layak untuk diminum tanpa adanya campuran lainnya.

Dosis pemakaiannya sendiri yakni, untuk orang sehat 3 hingga 5 tetes selama 2 hingga 5 kali sehari. Sementara untuk orang sakit bisa mencapai 5 hingga 7 tetes dalam 4 hingga 5 kali sehari. Propolis tetes pula bisa diteteskan 2 hingga 3 kali secara langsung di bagian bawah lidah. Hal ini bisa diterapkan bila anda memiliki penyakit flu atau batuk dan gangguan pencernaan.

Bahkan tidak jarang pula, orang menggunakan propolis sebagai obat kumur guna mengobati luka dan peradangan mulut yang menyakitkan layaknya sariawan. Cara mengkonsumsi propolis yang benar pula ampuh membantu meningkatkan penyembuhan pasca operasi mulut. Propolis juga bisa dikonsumsi dengan obat obatan lainnya tanpa adanya efek samping jika dilakukan dengan benar.

Sebenarnya, pada beberapa kasus penyakit lainnya baik itu ringan maupun keras, cara penggunaan propolis harus berdasarkan saran dari herbalis, apoteker, atau dokter. Sebab, propolis memiliki reaksi dengan kecepatan yang luar biasa yakni bisa dirasakan dalam hitungan detik. Untuk itu, anda tidak bisa mengkonsumsinya secara sembarang tanpa adanya anjuran yang pasti.

Efek Samping dari Propolis

Disamping memiliki manfaat yang begitu melimpah, bila anda mengkonsumsi propolis tidak sesuai anjuran bahkan berlebihan maka hal ini akan membahayakan kondisi tubuh. Efek samping ini bisa dilihat berdasarkan cara penggunaannya. Sebetulnya bila anda mengkonsumsinya melalui mulut, hal ini tidak terlalu begitu membahayakan bahkan terbilang aman.

Namun hal ini bisa saja membahayakan dengan menimbulkan reaksi gatal gatal pada orang orang tertentu yang memiliki alergi terhadap lebah atau produk lebah. Jenis obat pelega tenggorokan yang mengandung propolis pun ada kalanya menyebabkan iritasi dan sariawan. Begitupun jika dioleskan ke kulit, Propolis pun mungkin saja aman namun bila alergi menjadi hal yang merugikan.

Biasanya alergi yang muncul tatkala mengoleskan propolis pada kulit yakni munculnya ruam kulit atau pembengkakan di area wajah. Tak hanya itu saja, terkadang orang yang alergi terhadap lebah dan mengonsumsi obat herbal ini maka kemungkinan ia akan mengalami kesulitan bernapas. Lazimnya alergi ini diakibatkan karena penggunaan propolis dalam jangka waktu lama.

Bagi anda yang mengidap asma, sebaiknya berhati hati tatkala mengkonsumsi propolis. Hal ini karena terdapat beberapa ahli yang percaya jika sejumlah bahan kimia dalam getah lebah madu dapat membuat asma semakin memburuk. Hal ini pun berlaku pada anda yang memiliki penyakit atau gangguan perdarahan, sebab propolis kemungkinan memperlambat proses pembekuan darah.

Agar hal ini tidak terjadi, alangkah baiknya jika anda tidak mengkonsumsinya sekitar dua minggu sebelum tindakan operasi. Begitupun untuk ibu hamil dan menyusui, agar lebih menghindari penggunaan propolis karena masih belum terbukti keamanannya. Meski memiliki efek samping, jika anda tahu cara mengkonsumsi propolis yang benar maka hal ini bisa dicegah dan dihindari dengan baik.

Bisa dibilang, jika sebagian besar obat herbal memang memiliki efek samping tatkala digunakan ataupun dikonsumsi. Namun hal ini tidak akan terjadi, bila anda bisa mengkonsumsinya dengan baik dan benar. Pastikan pula anda mengkonsumsi propolis dikala tertentu saja dengan dosis atau takaran yang telah ditentukan oleh dokter sebelumnya.

Ampuh Obati Segala Macam Penyakit, Berikut Cara Mengkonsumsi Propolis yang Benar
Scroll to top