Manfaat Penggunaan Georadar Dalam Berbagai Bidang

Georadar merupakan metode elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi benda-benda yang terkubur di dalam tanah. Tak hanya itu. Teknologi ini juga mampu membaca rongga dalam tanah sehingga dapat mengantisipasi longsor dan berbagai risiko lain.

Jika dikupas dari arti kata nya, georadar terdiri dari dua kata. Yakni geo yang memiliki arti bumi. Sedangkar radar merupakan akronim dari radio detection and ranging. Dari makna tersebut dapat disimpulkan bahwa cara kerja metode ini melalui gelombang radio.

Saat ini penggunaan teknik ini sudah meluas ke berbagai bidang. Mulai dari konstruksi, pertambangan, sanitasi lingkungan hingga arkeologi. Dan kehadiran konsultan jasa survey georadar terbilang sangat membantu para kontraktor dan perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Lalu apa saja manfaat dan keunggulannya jika dibandingkan dengan menggunakan metode lainnya?

Georadar Bersifat Non Destruction

Pixabay.com

Salah satu bidang yang banyak menggunakan jasa GPR adalah bidang konstruksi. Alasannya adalah alat ini bersifat non destruction yang berarti tidak merusak permukaan tanah maupun media lain yang sedang atau akan dideteksi.

Pada konstruksi beton, GPR sangat bermanfaat untuk membaca adanya kerusakan seperti retakan yang terjadi pada beton. Khususnya yang berada di kedalaman tertentu tanpa harus membongkar permukaannya. Tak hanya itu saja. GPR juga mampu mendeteksi rongga dan lubang yang dapat berakibat fatal jika tak segera diperbaiki.

Cara kerjanya cukup sederhana. Alat ini akan melakukan scanning di permukaan beton. Dengan menggunakan gelombang frekuensi tinggi, elektromagnetik yang dipancarkan ke kedalaman tertentu dari permukaan atan akan memantul. Dari situ akan terdeteksi beberapa hal. Seperti ketebalan beton, kerusakan dan keretakan.

Penggunaan Georadar di Klaim Lebih Hemat Biaya

Pixabay.com

Dalam bidang konstruksi bangunan GPR banyak dimanfaatkan sebelum pelaksanaan pembangunan jalan tol, rel kereta api dan beberapa bangunan lain yang melibatkan ruang bawah tanah. Ini merupakan salah satu metode eksplorasi yang mana sebelum pembangunan dilaksanakan perlu adanya pemetaan wilayah dan pengujian. Yakni apakah pembangunan di lokasi tersebut layak dilakukan atau tidak.

Selain itu, GPR juga seringkali digunakan dalam rangka reparasi atau perbaikan. Terutama untuk beton maupun struktur yang telah dibangun dalam kurun waktu tertentu. Karena di beberapa lokasi, struktur tanah dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu sehingga dapat menimbulkan berbagai risiko. Contohnya adalah rapuh, bergeser, pondasi retak dan lain sebagainya.

Penggunaan metode georadar konon terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan metode lainnya. Hanya dengan satu langkah saja, apa yang menjadi tujuan awal penggunaan metode ini akan terpenuhi. Berbeda denga  metode tradisional yang harus melalui beberapa fase, seperti penelitian lapisan tanah dan kemampuan tanah.

Sebaliknya GPR menjanjikan hasil yang akurat dalam waktu yang singkat. Namun hingga saat ini kecanggihan GPR baru dapat digunakan pada permukaan yang kasar. Permukaan yang licin seperti tanah liat masih belum dapat dijelajahi.

Meminimalisir Risiko Kerugian Dengan Georadar

Georadar dapat berfungsi sebagai mitigasi bencana. Segala sesuatu yang berkaitan dengan penggalian dan pengeboran tentu saja memiliki resiko. Untuk itu perlu diantisipasi sejak awal.

Beberapa resiko bencana yang mungkin saja terjadi seperti rapuhnya struktur bangunan pada beton. Hal ini mungkin saja terjadi jika ada bagian beton yang retak atau berongga. Selain itu. Struktur tanah yang tak siap dibangun juga dapat mengakibatkan bencana seperti tanah longsor.

Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut dapat dilakukan survey. Konsultan jasa survey georadar dapat membantu mengidentifikasi masalah yang ada di dalam tanah dan struktur bangunan. Mulai dari kualitas beton dan bangunan, instalasi kabel dan pipa sampai dengan studi lingkungan.

Cara Kerja Georadar dalam Bidang Konstruksi

Bisnis tak bisa dipisahkan dari keuntungan dan resiko kerugian. Sebelum memulai dan terjun ke dalamnya tentu perlu diperhitungkan. Tak hanya keuntungan saja. Namun juga meminimalisir berbagai risiko yang mungkin terjadi. Karena bukan hanya materi yang dipertaruhkan namun juga nyawa manusia.

Cara kerja georadar sebetulnya cukup sederhana. Pada permukaan tanah yang sudah ditentukan lokasi nya, alat GPR akan dioperasikan. Dengan gelombang elektromagnetik alat tersebut akan melakukan eksplorasi. Frekuensi gelombang GPR berkisar antara 1-2000 MHz. Semakin rendah frekuensinya maka akan semakin dalam juga objek yang dapat dideteksi.

Kabar baiknya, Georadar tak hanya mampu bekerja untuk permukaan tanah saja. Namun juga bisa digunakan untuk media lain. Seperti es, batu dan trotoar. Sehingga juga dapat dimanfaatkan untuk pengecekan instalasi kabel, pipa dan gorong-gorong yang tertanam di dalamnya.

Jadi metode ini sangat cocok digunakan dalam bidang konstruksi. Seperti membuat pondasi bangunan, saluran air hingga instalasi listrik yang menggunakan fiber di bawah tanah.